Sabtu, 31 Maret 2018

Bunga Tak Mencari Lebah


Fatimah, seorang siswa asrama yang dijauhi teman-temanya karena memang malas dan kurang memiliki rasa tanggung jawab. Fatimah masih perlu untuk diingatkan bahkan tidak jarang teman-temanya juga marah kepada Fatimah karena keteledorannya.
Beberapa hari Fatimah terlihat murung, seakan meratapi nasib. Sebagaimana kebiasaanku, kubiarkan saja apakah nanti akan berlanjut lama atau udah selesai. Ternyata lewat 3 hari Fatimah masih tetap suka melamun.
Sore sepulang sekolah, kupanggil Fatimah ke kantor untuk bicara dan menelisik permasalahannya. Kucoba pancing dengan obrolan basa basi hingga peratanyaan “Fatimah, beberapa sering ustad lihat sering melamun dan bersedih, kenapa nak? Walaupun aku menebak pasti anak ini diajuhi temanya karena kemalasan dan ketidakpeduliannya, karena sudah bisa ditebak dari perilakunya dan teman-teman yang sering mengeluhkannya. Fatimah tersenyum kecut, dan menjawab “gak punya teman”. “kenapa?”  “Karena aku males, dan gak mandiri, gak tanggung jawab”. Keren ini anak, bisa mengakui kesalahannya dan telah bisa menilai dirinya. Mudah untuk membangun mentalnya kembali.
Nak coba kau perhatikan bunga! Apa yang kau lihat? Apakah bunga yang mencari lebah atau lebah yang mendatangi bunga. Kenapa? Karena dalam bunga ada nektar yang bermanfaat bagi lebah. Begitu pula diri kita. orang menjauh dan mendekat karena apa yang ada dalam diri kita. Jika dalam diri kita memancarkan kebaikan dan bisa bermanfaat kepada orang lain, maka orang lain akan menyayangi kita, akan mudah menolong kita, akan perhatian kepada kita. Maka dari itu, sekarang perbaiki diri kita untuk bisa melayani orang lain, dengan demikian kita mamancarkan kebaikan-kebaikan yang ada dalam diri kita.
Siap Fatimah? Seperti apa contohnya? Ketika pagi cobalah Fatimah yang membagi nasi. Jika ada Mbak sedang masak tawarkanlah pa yang bisa kamu bantu. Sanggup? Sanggup tegas Fatimah.
Esok paginya aku ke dapur, alhmadulillah kulihat Fatimah sedang sibuk mempersiapkan sarapan untuk teman temanya. Beberapa hari kemudian semakin membaik, membantu mbak masak di dapur begitu pergaulannya sudah kulihat membaur lagi bersama teman-temannya.
Alhamdulillah.............

Label: ,

Jumat, 30 Maret 2018

Sunni Syiah Sama-Sama Tidak Dibawa Oleh Rasulullah


Akhir-akhir ini wall facebook saya penuh dengan berita polemik sunni dan syiah. Terlebih, setelah Rusia ikut serta membantu Suriah untuk menumpas para militan pemberontak dan pastinya polisi dunia mulai gelisah karena penjahat karbitannya mulai terlumpuhkan oleh tentara Rusia.
Propaganda kebencian terhadap Rusia pun dilakukan melalui mimbar-mimbar, seminar dan tidak luput juga whatsapp atau yang lainnya. Fatwa untuk berjihad ke Suriah melawan pasukan suriah pun keluar. Lebih mendukung lagi bulan Muharrom, ada acara peringatan syahdinya Cucu Nabi Muhammad Saw di karbala yang sering diadakan oleh orang-orang syiah. Berita penyelewengan pun bertebaran dan tak pelak mengundang permusuhan dan perdebatan panjang di media sosial.
Simple pikir nakalku mengatakan pada diriku, “mengapa harus sibuk mengurus sunni syiah? Lha wong keduanya gak diajarkan oleh rasulullah saw. Rasulullah diutus untuk membawa Islam, bukan sunni ataupun syiah.” Dari pada ribut sunni kah atau syiah kah yang benar, maka lebih baik belajar dan berusaha menjadi Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah. Bukan berbangga menjadi sunni atau syiah. Jangan sampai kita terjebak pada Islam sunni, Islam syiah, tapi jauh dari Islam yang dijarkan Rasulullah. Mari bersama kita cari kebenaran, bukan pembenaran. Niatan yang tulus insyaAllah akan terbuka jalan menuju kebenaran, kebenaran bagaimana Islam yang sesungguhnya. Islam yang dibawa dan diajarkan oleh Rasulullah sehingga kita tidak terkungkung dalam pertikaian yang pasti merugikan.
Belum lagi ada yang mengaku bagian dari ahlisunnah, ahlisunnah menurut siapa? Ahlisunnah menurut Rasulullah atau ahlisunnah menurut yang gak nurut Rasulullah? Jadi harus jelas dulu, ahlusunnah itu berdasarkan definisi siapa? Tentunya berbeda ahlusunnah menurut definisi pak Tomo dengan ahlusunnah menurut definisi pak Tarno? Lha sunnah, sunnah siapa? Kalau sunnah Rasul berarti yang berhak mendefinisikan, mengkategorikan ya Rasulullah sendiri, bukan pak Tomo atau pak Tarno. Pak Tomo dan pak Tarno mendefinisikan Ahlsunnah berdasarkan apa yang dia lakukan bukan apa yang dia harus lakukan. Saya pun bertanya mau jadi ahlusunnah berdasarkan definisi siapa? Mau pilih sunni? Mau pilih syiah? Atau pilih Islam?

Imron Jamrawi, 2 November 2015

Minggu, 25 Maret 2018

Lirik Ana Madinatul Ilmi wa Ali babuha


أًنَا مَدِيْنَةُ الْعِلْمِ وَعَـلِيٌ بَابُهَا #  فَمَنْ اَرَادَ الْمَدِيْنَةَ فَلْيَأْتِهَا مِنْ بَابِهَا

هَذَا حَدِيْثٌ قاَلَهُ مُحَمَّدُ # جَاءَ بِهِ وَهُوَ حَدِيْثٌ مُسْنَدُ
فِيْ حَقِّ مَنْ بِذِكْرِهِ نُرَدّدُ # فَهُوَ عَلِيٌّ فِي الْعُلَا مُؤَيَّدُ
لِلْمُرْتَضَى كَرَامَاتُ # وَالْعُلَا جِبَابُهَا
وَمَنْ يَرُوْمُ الْمَعَالِي # فَلْيَأْتِهَا مِنْ بَابِهَا

كُـوْنُوْا مَعِيْ يَا بَابَ عِـلْمِ الْمُصْطَفَى # أَنْتَ الْعَلِيُّ فِي الْمَعَالِي وَكَفى
يَا كَعْبَةَ الْمُـتَّـقِيْنَ # شُرِّفَتْ أثْوَابُهَا
وَمَنْ يَرُوْمُ الْمَعَالِي # فَلْيَأْتِهَا مِنْ بَابِهَا

يَا لَبَّةَ التَّوْحِيْدِ يَا عَـيْنِ الْهُدَى # وَحُجَّةً لِمَنْ اَنَابَ وَاهَتَدَى
بِكَ اقْتَدَيْتُ وَالْحَبِيْبُ المُقْتَدَى # لَوْلَاكَ غُـصْنُ الْعَدْلِ مَا بَقَى النَّدَى
يَا بَابَ عِـلْمِ الرَّسُوْلِ # أُسِـسَـتْ أَعْتَـابُهَا
وَمَنْ يَرُوْمُ الْمَعَالِي # فَلْيَأْتِهَا مِنْ بَابِهَا

خَيْرُ ابْنُ عَمِّ أَنْتَ يَا أَخَا النَّـبِي # يَاغَايَةَ تُبْدَى بِأُمِّي وَأَبِيْ
يِاحُجَّةَ اللهِ وَيَاخَيْرَ وَلِي # وُرِدْتَ مِنْ كَهْفٍ لَنَا وَ مَوْئِلٍ
يَا مَوْئِلاً بِكَ الْكُرُوْبُ تَنْجَلِي # وَفِيْكَ جاَئَتْ لَا فَـتَى إلِاَّ عَـلِيُّ
يَا سَابِقَ السَابِقِـيْنَ  # شَهِدَتْ أَصْحَابُهَا
وَمَنْ يَرُوْمُ الْمَعَالِي# فَـلْـيَأتِهَا مِنْ بَابِهَا

mohon maaf apabila ada kesalahan tulisan

Label: ,